Thursday, 16 May 2013

Makanan Khas Kabupaten Cilacap Jawa Tengah

0 comments

Makanan Khas Kabupaten Cilacap Jawa Tengah

Oleh-Oleh Cilacap
Cilacap sebagai kabupaten yang kaya akan hasil laut dan hasil pertanian tentu mempunyai kekhasan dalam kuliner terutama untuk oleh-olehnya. Bisa dijumpai di toko-toko oleh-oleh di Cilacap seperti di sekitar pantai, terminal, pasar, jl A Yani, jl Bakung dan lain-lain.

Ikan Asin
Di Cilacap produksi hasil laut berlimpah. Segala hasil laut mulai ikan, udang, cumi-cumi, kepiting, teripang dan kerang banyak dijumpai dan sebagian diasinkan. Mulai dari yang besar hingga yang kecil seperti teri. Bisa dijumpai di pantai-pantai Cilacap.

Jambal Roti
Jambal roti adalah ikan asin yang terbuat dari ikan jambal. Disebut demikian karena dagingnya yang besar dan gurih dan ada yang sudah dipotong-potong seperti roti.

Sambal Tuna
Sambal tuna biasanya dikemas dalam kaleng seperti sarden. Menggunakan bahan dasa ikan tuna. Rasanya gurih dan pedas. Cocok untuk lauk atau campuran nasi goreng.

Nopia
Nopia merupakan jajanan khas Banyumas termasuk Cilacap. Bentuknya bulat berwarna putih dan berisi campuran gula merah. Rasanya enak. Cara menbuatnya unik yaitu ditempelkan pada kuali panas.

Lanting
Bentuknya yang lucu seperti donat dengan tengah yang bolong tetapi kecil dan keras. Lanting terbuat dari singkong dengan cara digoreng. Kebanyakan berwarna putih tetapi ada juga yang berwarna merah.

Abon Tuna
Ciri khas abon tuna ialah rasanya yang gurih dan kentara sekali serat-serat daging ikan tunanya. Berwarna coklat seperti abon pada umunya. Cocok sekali untuk lauk atau pelengkap pada makan lain.

Terasi
Hampir setiap daerah pantai mempunyai terasi. Yang membedakan terasi Cilacap ialah rasanya yang beraneka ragam. Sangat cocok untuk campuran sambal.

Sambal Teri dan Sambal Udang
Sambal teri dan sambal udang merupakan sambal yang khas dengan rasa yang pedas dan gurih. Cocok untuk lauk atau campuaran makanan lain seperti nasi / mi goreng.

Selai Pisang
Selai Pisang merupakan jajanan khas Cilacap. Dibuat dari pisang yanmg dikeringkan. Rasanya gurih dan manis. Cocok untuk makanan ringan. Ada yang dimodifikasi dengan digoreng dan ditaburi keju atau coklat.

Kripik Tempe
Merupakan jajanan khas Banyumas termasuk Cilacap. Kripik tempe dibuat dari tempe mendoan yang digoreng hingga kering. Bentuknya tipis persegi dan warna coklat. Rasanya gurih dan renyah. Cocok untuk disantap sendiri atau pelengkap makan nasi, soto dan mi.

Kripik Bayam
Kripik bayam merupakan jajanan khas Cilacap. Dibuat dari bayam yang digoreng dengan tepung. Rasanya gurih renyah dan tentu saja menyehatkan karena berbahan dasar bayam. Bentuknya yang tipis dengan warna coklat hijau tentu saja sangat disukai anak-anak. Cocok dimakan tunggal atausebagai campuaran makan nasi atau soto.

Stik Sukun dan Kripik Sukun
Cilacap selain kaya akan hasil lautnya juga mempunyai produk unggulan dibidang pertanian yaitu sukun. Buah sukun terkenal sampai ke luar negeri sampai-sampai Ratu Inggris pernah menyebutnya sebagai buah roti. Buah sukun yang pada dasarnya sudah enak dan gurih seperti roti lebih enak lagi bila diolah. Di Cilacap buah sukun banyak diolah menjadi stik dam kripik. Kripik sukun berbentuk tipis sementara stik sukun berbentuk panjang persegi. Diolah dengan cara digoreng. Rasanya sangat gurih dan renyah.

Sukun menjadi salah satu primadona Cilacap. Selain diolah di industri pengolahan menjadi makanan camilan seperti kripik dan stik sukun, hasil panen buah sukun asal Cilacap banyak dipasok ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Bogor.

Menurut Ny Lubar, salah satu pemasok sukun asal jalan Ganggeng, Tritih Kulon, Cilacap Utara, selama musim panen sukun paling tidak setiap dua hari sekali mengirim satu truk sukun ke Jakarta yang mencapai 2.500 buah.

‘’Saat musim panen sukun, kiriman ke Jakarta rutin dua hari sekali, sedang kota lain hanya saat ada pesanan saja,” katanya kepada CilacapMedia, Kamis (21/2).

Ia setiap hari menerima sukun dari para pedagang yang selama musim panen berkeliling mencari sukun hingga ke kampung-kampung. Tidak sedikit pedagang sukun menggunakan becak sebagai sarana pengangkut.

Tercatat belasan pedagang dan pemasok sukun besar seperti Ny. Lubar yang tersebar di Kabupaten Cilacap.

Berdasar data yang dihimpun produksi buah sukun dapat mencapai 50-150 buah per pohon. Berat buah sukun rata-rata 2 hingga 4 kilogram dengan harga eceran berkisar antara Rp 2.500 hingga Rp 3.500 per buah tergantung ukuran. Musim panen sukun biasanya dua kali setahun antara bulan Januari – Pebruari dan Juli – September.

Ini menjadi peluang tersendiri bagi para petani untuk budidaya sukun secara intensif. Saat ini sukun di Cilacap umumnya merupakan tanaman sampingan atau digunakan untuk penghalang angin belum banyak dibudidayakan secara intensif.

Saat ini banyak dijumpai rumah makan berskala besar maupun warung makan kecil kelas kaki lima yang menyajikan menu seafood yang berada di dalam maupun diluar kota Cilacap. Meski menu sama, namun warung makan seafood ‘’Kalingga’’ ini menyajikan menu andalan sari laut ‘’Kepiting Saos Kalingga’’ yang tidak dapat dijumpai di tempat lain.

Kalingga Seafood yang dikelola oleh Bayu tempatnya mudah dijangkau, berada di Jalan Pemintalan, tepatnya di depan pertigaan Jalan Semangka, Cilacap.

Apa yang beda dari masakan ini? Bila dilihat dari wujudnya, ‘’Kepiting Saos Kalingga’’ tak jauh beda dengan masakan-masakan kepiting lain, hanya saja cara memasaknya merupakan perpaduan saos tomat, saos tiram, telor dan kacang tanah sehingga terasa buket ( kental, red ). Selain itu masakan juga ditambah dengan cabai rawit, bawang daun dan bawang bombay yang memberikan cita rasa masakan.

‘’Untuk resep saos kalingga kami racik sendiri perpaduan dari resep-resep masakan yang kami dapatkan dari internet,’’ tutur Bayu.

Menurut lelaki bertubuh tambun yang telah memulai usaha sejak tahun 2006 ini, memasak ‘’Kepiting Saos Kalingga’’ ini ada beberapa tahapan. Tahap pertama, kepiting-kepiting segar yang hendak dimasak dibelah menjadi dua, demikian juga capitnya sedikit diremukan, agar bumbu masakan bisa meresap. Kepiting-kepiting itu lalu dibersihkan, dan disikat agar bersih dari kotoran. Bersamaan dengan itu, disiapkan pula bumbu untuk ditumis atau lebih dikenal gongso.

Proses gongso kepiting tidak terlampau lama, membutuhkan waktu maksimal 10 menit. Cepatnya proses masak kepiting menurut Bayu, agar calon pembeli yang hendak makan di warungnya selera makannya tidak hilang.

Selesai dimasak, kepiting pun siap disantap, namun jangan lupa, siapkan tang penjepit yang digunakan untuk meremukan totok maupun capit yang keras. Kepiting panas dengan nasi panas pula ditambah dengan teh manis panas menambah selera makan, terlebih disantap saat malam hari. Meski demikian siang hari juga sangat cocok untuk hidangan bersama keluarga maupun kolega.

Untuk bahan baku kepiting, Bayu memilih kepiting lokal yang didapatkan dari nelayan sekitar perairan Segara Anakan. Ukuran kepiting Segara Anakan tergolong besar dalam satu kilogram terdiri 2 hingga 4 ekor kepiting.

Disini calon pembeli dipersilakan memilih kepiting yang diinginkan sesuai dengan porsi masing-masing, mau yang bertelor atau non telor. Agar terjangkau oleh semua kalangan, pembelian minimum tidak dalam kiloan namun dalam ons. Soal harga mengikuti sesuai pasaran, saat ini harga kepiting non telor mencapai Rp 80.000 per kilogram, sedang kepiting bertelor sedikit lebih mahal Rp 90.000 per kilogram.

‘’Kalau kiloan, kasihan calon pembeli, disamping harganya mahal juga porsinya kebanyakan, makanya kami sajikan dalam porsi ons, jadi calon pembeli tinggal pilih besar kecilnya kepiting mana yang disuka, dan sesuai dengan kantong tentunya’’ tambahnya.

Yang menarik, kenapa disebut ‘’Kalingga’’? Bayu menuturkan nama Kalingga berasal dari lingga, yakni eling keluarga.

‘’Saat menyantap kepiting saos kalingga dan menu lainnya bisa eling keluarga atau serasa makan bersama keluarga sehingga diharapkan sehabis makan, pesan lagi untuk keluarga,’’ tuturnya.

Selain menyajikan menu andalan ‘’Kepiting Saos Kalingga’’, disini juga tersedia aneka masakan khas laut lainnya seperti ikan bawal, kakap, udang, cumi-cumi dan kerang. Untuk melayani pelanggannya, Seafood Kalingga buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Bila anda penasaran, kenapa harus menunggu besok? Ajak sekarang juga keluarga atau kolega anda untuk bersantap bersama menikmati ‘’Kepiting Saos Kalingga’’ yang buket mbleketaket dan bergizi tinggi.

Kabupaten Cilacap menpunyai makanan khas lainnya diantaranya :

Tempe Mendoan
Tempe mendoan merupakan tempe yang khas wilayah Banyumas termasuk Cilacap. Bentuknya lebar dan tipis. Biasanya digoreng sebentar dengan bumbu tepung sampai berwarna agak kehijauan. Tidak mentah dan tidak terlalu matang disebut digoreng dengan cara mendo. Cara menyantapnya panas-panas dengan cabe rawit hijau. Bisa juga untuk lauk makan atau tambahan makan lotek dan soto. Dapat dijumpai di pasar- pasar, jln. A Yani, jln. Sutoyo dan lain-lain.

Lontong Opor Cilacap
Lontong opor Cilacap sangat khas yaitu lontong yang disiram dengan kuah opor kental ditambah bumbu kacang. Rasanya sangat nikmat dan gurih. Dapat dijumpai di jln. A Yani.

Serabi Cilacap
Serabi Cilacap dibuat dari tepung, gila merah, kelapa dan santan. Dimasak dengan wajan kecil dari tanah liat di atas tungku kecil dengan bara arang. Bentuknya lebar dan bundar warna putih di tengahnya coklat dengan rasa gurih dan manis. Biasanya dijual pada waktu subuh hingga pagi hari. Dapat dijumpai di jln. A Yani, jln. Sudirman dan lain-lain.

Tahu Masak / Tahu Kecap
Yaitu gabungan tahu goreng, lontong, tauge dan kerupuk merah yang disiram dengan kuah. Rasanya sangat enak dengan rasa kuah yang dominan dengan bawang putih. Dapat dijumpai di jln. Anggrek pada malam hari.

Mi Pangsit
Mi Pangsit Cilacap terkenal karena kelezatannya. Yaitu mi dan sawi rebus, potongan ayam, bumbu dan kuah. Dapat dijumpai di banyak tempat di Cilacap.

Mi Goreng dan Nasi Goreng
Mi goreng dan nasi goreng Cilacap terkenal karena enak dan gurih. Bumbu-bumbunya sangat berani. Mienya dibuat dari mi keriting atau mi yang lebih kecil sehingga tidak eneg. Banyak wisatawan dari luar Cilacap menggemarinya. Dapat dijumpai di banyak tempat.

Es Campur
Di Cilacap es campur terbuat dari buah yang sudah dibuat seperti manisan dengan santan yang kental. Sangat khas sekali. Dapat dijumpai di jln. Wiratno.

Soto Sokaraja
Soto Sokaraja merupakan soto yang khas wilayah Banyumas dan sekitarnya. Ada 2 macam yaitu soto ayam dan soto babat. Biasanya terdiri dari toge, soun, ayam / babat, kobis, kerupuk merah, lontong / nasi dengan kuah warna coklat dari santan tipis dan sambel kacang. Rasanya sangat nikmat. Kadang-kadang dinikmati bersama tempe mendoan atau tempe gembus.

Tempe Gembus
Tempe gembus merupakan jajanan khas Cilacap dan sekitarnya. Bentuknya seperti donat dengan tengah yang bolong. Terbuat dari singkong. Sekarang sudah jarang dijumpai. Biasannya penjualnya hanya ada ketika ada hajatan besar.
WISATA KULINER CILACAP ( 2 )

Tempe Dages
Tempe dages terbuat dari ampas bahan tahu. Warnanya abu-abu, bentuk persegi dan padat. Digoreng dengan dilapisi tepung. Rasanya gurih. Biasanya dijual bersama tempe mendoan, pisang goreng dan tahu brontak.

Mi Ayam
Mi ayam Cilacap banyal dipengaruhi oleh masakan China. Minya berwarna putih dengan sawi rebus, ayam dan kuahnya dipisah. Biasanya ditambah sendiri dengan saus tomat, kecap dan sambal. Rasanya enak dan gurih. Dapat dijumpai di jln. A Yani.

Tahu Brontak
Asal usul nama brontak tidak jelas. Bentuknya segitiga tengahnya diisi potongan wortel dan taoge. Biasanya tahunya berwarna kuning dan digoreng dengan tepung.Sangat nikmat bila dimakan dalam keadaan panas dengan cabe rawit. Banyak dijumpai pada penjual mendoan.

Gudeg Cilacap
Gudeg identik dengan Jogja. Merupakan makanan khas Jawa Tengah dan Jogja. Di Cilacap juga terdapat gudeg dengan ciri khas agak basah dan tidak terlalu manis. Dapat dijumpai di jl. Laut, jl. Sudirman, jl. Sutoyo jl. Martadinata.

Sate Ayam
Sate ayam Cilacap terbuat dari daging ayam yang sudah direbus dengan bumbu dan setelah itu dibakar. Disantap dengan bumbu kacang. Banyak dijumpai di Cilacap. Ada lagi sate ayam yang terkenal yaitu sate ayam Martawi. Ciri khasnya yaitu tusuk satenya ada 2 sehingga ketika dibakar daging benar-benar matang. Dijumpai di jl. S Parman, jl. Katamso dan jl. Gatot Subroto.

sumber:
www.cilacapmedia.com
http://yudhiwidiaagustinus.blogspot.com

Leave a Reply

Labels